Petani Pembelajar

Salah satu masalah besar di rata-rata petani Indonesia adalah perkara dignity (dibahasaindonesiakan dengan kurang pas jadi ‘rasa kebanggaan’). Petani tak punya cukup dignity untuk mengajak anak-anaknya menjadi petani. photo petani pembelajar

Kami menuduh akar permasalahan ini ada di ranah pendidikan, di area persepsi dasar konsep pendidikan.

Ada kredo yang bisa jadi dipercaya nyaris tiap orang Indonesia, bahwa pendidikan adalah investasi. Ketika dianggap investasi, orang kemudian anggap tujuan pendidikan adalah untuk mendapat return; imbal balik investasi. Tujuan pendidikan adalah untuk menjadi kaya. Kalau berpendidikan tapi tidak kaya, berarti pendidikannya gagal.

Kondisi ini menciptakan adanya kasta pekerjaan. Ada pekerjaan berkasta tinggi karena return yang cepat seperti pekerjaan dokter, insinyur, polisi dll. Dan petani adalah kasta pekerjaan terendah.

Persepsi ini perlu diperbaiki dengan membuat orang paham bahwa tujuan pendidikan bukanlah untuk membuat orang per orang menjadi kaya raya. Tujuan pendidikan adalah untuk membuat orang menjadi baik dan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan ke pekerjaannya dengan baik. Menjadi dokter; dokter yang baik yang mampu mengaplikasi ilmu kedokteran dengan baik. Menjadi petani; petani yang baik yang mampu mengaplikasikan ilmu pertanian dengan baik.

Ketika jadi orangtua, petani yang baik akan membekali anak-anak menjadi insan pembelajar. Entah melalui jalur formal atau nonformal. Sukses besar setiap petani adalah bila anaknya yang berpendidikan dengan semangat memilih menjadi petani. Menjadi petani harusnya adalah pilihan, bukan karena keterpaksaan.

One Comment:

  1. This is really nice to know. I hope it will be successful in the future. Good job on this and keep up the good work.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>